
Pasangan mata uang EUR/USD membukukan kenaikan moderat di dekat 1,1385 selama perdagangan sesi Asia pada hari Selasa. Meskipun demikian, potensi kenaikan pasangan mata uang ini mungkin terbatas di tengah serangan militer AS yang kembali dilancarkan terhadap Iran. Para pedagang akan mengambil lebih banyak isyarat dari data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS bulan Juni, yang akan dirilis nanti pada hari Selasa.
Presiden AS, Donald Trump, pada hari Senin mengumumkan bahwa AS memberlakukan kembali blokade terhadap lalu lintas maritim Iran dan akan mengenakan tarif 20% pada semua kargo yang dikirim melalui Selat Hormuz.
Militer AS telah melanjutkan serangan ke Iran, termasuk ke kota pelabuhan Bandar Abbas dan ke pulau Qeshm dan Kish. Sebagai tanggapan, Iran telah menyerang dua kapal tanker UEA, Mombasa dan Al Bahiyah. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat mendorong mata uang safe haven seperti Greenback dan menciptakan hambatan bagi pasangan mata uang ini dalam jangka pendek. Laporan inflasi IHK AS akan dipublikasikan pada hari Selasa, yang dapat memberikan beberapa petunjuk mengenai langkah berikutnya dari Federal Reserve AS (The Fed). Hasil inflasi yang lebih lemah akan menunda alasan untuk kenaikan suku bunga AS dan melemahkan Dolar AS (USD) terhadap Euro (EUR).
Sumber : fxstreet.com